Sopan Sopian Soroti Ketimpangan Fiskal dan Belum Maksimalnya Pelayanan Publik
Anggota Komisi IV Sopan Sopian
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Anggota Komisi IV DPRD Kukar dari Fraksi Gerindra Sopan Sopian menyinggung soal ketimpangan fiskal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berdampak pada kondisi kemampuan Kukar dalam membiayai berbagai program pembangunan, termasuk upaya pengentasan kemiskinan.
Sopan Sopian mengungkapkan, APBD Kukar memang
tergolong besar dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia. Namun, jika
dibandingkan dengan luas wilayah luas mencapai 27.263,10 km², berbatasan dengan
Kabupaten Bulungan, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang di sebelah utara
banyaknya jumlah penduduk yang tersebar di 20 kecamatan maka anggaran tahunan
masih dinilai tergolong kecil.
“Kita anggap itu minim sekali untuk bagaimana
pengembangan infrastruktur, bagaimana pendidikan yang ada di Kutai Kartanegara,
ini memang tidak cukup, ditambah lagi menurun lagi untuk tahun depan APBD kita
yang tahun sebelumnya dua digit turun menjadi sekitar 7 triliun,” ungkapnya
kepada media ini, Sabtu (11/8/2025).
Selain keterbatasan fiskal, dewan yang berasal
dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI ini juga menyoroti kurangnya tenaga aparatur
di sejumlah wilayah yang menyebabkan pelayanan publik belum berjalan optimal.
Pria berkacamata ini menyarankan pemerintah daerah melakukan pembenahan secara
bertahap sehingga kebutuhan pegawai di setiap kecamatan terpenuhi.
“Pembangunan daerah harus fokus dalam setiap
tahun anggaran. Kalau misalnya mau fokuskan bagaimana pembenahkan
infrastruktur, benahi infrastruktur semuanya, begitu juga pembenahan di
aparatur pemerintahan, karena masih banyak keluhan pelayanan public belum
optimal,” ujarnya.
Dia menilai bahwa peran DPRD perlu lebih
dilibatkan dalam upaya lobi anggaran ke pemerintah pusat, agar porsi Dana Bagi
Hasil (DBH) dan transfer keuangan daerah (TKD) untuk Kukar dapat ditingkatkan.
Selama ini menurutnya Pemkab Kukar tergolong
minim melibatkan DPRD Kukar dalam lobi-lobi anggaran ke pemerintah pusat.
Pemerintah daerah, menurut Sopan Sopian harus duduk bersama satu meja dengan
pemerintah pusat, DPRD Provinsi Kaltim dan DPR RI untuk meningkatkan DBH dan
TKD Kukar.
Sebagai kabupaten yang menjadi penyangga Ibu
Kota Negara (IKN) Nusantara, menurutnya, Kukar seharusnya mendapat perhatian
lebih dari pemerintah pusat.
“Kami berani menyarankan pemerintah pusat
menjadikan Kukar sebagai daerah istimewa karena berdekatan dengan IKN
Nusantara. Sebagai penyangga IKN, akankah nanti penyangga IKN termasuk di
dalamnya adalah yang memiliki jumlah kemiskinan terbesar Indonesia? Kan tidak
mungkin. Itu kan namanya mencoreng nama IKN,” tegasnya.
Sopian menegaskan bahwa upaya menurunkan angka
kemiskinan di Kukar bukan hanya demi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga demi
menjaga citra daerah yang kini menjadi bagian penting dari kawasan strategis
nasional.
“Sebagai kabupaten yang berstatus daerah kaya,
tentu citra ini akan tercoreng jika masih tingginya angka kemiskinan,” pungkas
dewan kelahiran Kecamatan Kota Bangun tahun 1975 ini.(ADV)